Tembok

July 8th, 2008

Dan aku berdiri
Kupandang belokan tempat kau menghilang
Sekali lagi kulihat
Sedetik lagi kulihat
Lalu aku berbalik meninggalkan
Kupalingkan mukaku
Untuk selamanya. Kukira
.
Namun suaramu memanggil
Dan kudengar diriku berkata
Tidak. Sudah cukup
Namun suaramu memanggil lagi
Berulang kali. Terus menerus
Dan kulanggar janjiku sendiri
Aku berpaling
Sekali lagi. Untuk terakhir kalinya. Kukira
.
Kita bertemu. Pagi-pagi buta
Kita memandang
Berbisik
Menangis
Tertawa
Lalu saling membunuh
Apa yang tersisa?
Janji
Untuk tidak saling membunuh lagi
Karena kita sudah mati
.
Juli 2006, puisi lama yang tiba-tiba muncul di atas meja komputer.
Apa yang kupikirkan waktu menulis ini? Aku tidak tahu. Lupa.

love or not love your company

May 29th, 2008

"love your job, but never fall in love with your company because you never know when the company stops loving you"
- narayana murthy

I found this as a signature of a user in a forum. Well, it looks right, it smells right. But I cannot agree with this, thanks to a seminar by Tandean Rustandy, the Founder and CEO of PT Arwana Citramulia Tbk, which was listed by Forbes Magazine as one of the 200 "Best Under A Billion" Companies
listed in Asia Pacific Region in their issue dated 31st October 2006.

Loyalty and dedication to the place where we work is a very important thing to have, to make our company grow, to develop our country. It’s a problem of mentality, actually.

TandeanPT Arwana Citramulia Tbk’s share is mostly owned by foreigners, showing how strong the company is. Most interesting, Tandean Rustandy as one the share owner said, "My share is not mine, it’s God’s. Everything I have is not mine, it’s His. I am only His steward." And believe, he lives very humbly, thinking a lot about his employees, raising and investing loyal employees from zero.

Wow… How about you? Do you have the heart to the place where you work?

Seminar "Pembaharuan Manajemen Bisnis Indonesia" 29 Mei 2008
Organizer: Gereja Reformed Injili Indonesia Ngagel, Surabaya
Speaker: Tandean Rustandy
Master

of Business Administraion (MBA) from the University Of Chicago USA Graduate School Of

Business
"Indonesia Young Enterpreneur of the Year Award” by Ernst &

Young

Univ_chicago_1

University of Chicago Graduate School of Business - masuknya mudah keluarnya susah karena ini salah satu Graduate School of Business terbaik di dunia. Berkley mah tidak ada apa-apanya…

Antara Sunu, Tutu, dan Patudu

May 28th, 2008

Aku pertama kali mendengar lagu "Jatuh Cinta Lagi" dari Matta Band ketika dinyanyikan oleh Patudu, finalis Indonesian Idol 2008. Musiknya asik, rock ‘n roll gaya lama abezzz, ditambah lagi goyangan kaki ngga jelas Patudu :p Apa kalian  ada yang suka lagu ini? Bergoyang bersama iramanya? Menikmatinya?

Tapi coba dibaca liriknya ya:

Verse 1:

Pertama ku melihatmu
Bergetar rasa hatiku
Berdebar-debar jantungku
Mungkin ku suka padamu
Ketika ku melihatnya
Berdetak-detak di dada
Mungkin itu suatu pertanda
Bahwa ku suka padanya

Bridge:
Dia atau dia
Ku pilih yang mana
Aku pusing untuk memilihnya

Reff:
Jatuh cinta lagi
Lagi lagi ku jatuh cinta
Aku jatuh cinta Harus bagaimana


Jatuh cinta lagi
Lagi lagi ku jatuh cinta

Kepada setiap wanita
Ku bingung memikirkannya

Verse 2:
Layaknya seorang pria
Kucoba untuk setia
Mencintai satu wanita

Tetapi aku tak bisa

Please deh… Lagu ini hina banget… Apa ada wanita yang berani ndeketin Sunu, vokalisnya Matta Band ini ya? Lah dia tiap lihat wanita naksir… Plus mencintai setiap wanita, ga bisa setia dll… Hahaha… Maniak banget rasanya.

Dan, dan, dan, aku jadi teringat Tutu! Hahaha… Teman-teman yang kenal Tutu pasti tahu Tutu juga jatuh cinta pada setiap wanita hihihihi… Semoga sekarang dia sudah bertobat.

Anyway, aku benernya pertama ngagumin Patudu karena suaranya bagus dan dia berani nunjukin imannya (Kristen) di acara Indonesian Idol. Tapi begitu melihat dia nyanyi lagu yang hina gini, aku jadi ilfil. Menurutku, seorang Kristen tidak bisa hanya nunjukin Kekristenannya di mulut, tapi juga harus sampai jeroannya. Memang susah. Tapi sederhana saja benernya bagi seorang Patudu. Harusnya jika dia seorang Kristen yang bertanggung jawab, dia harus memilih lagunya dengan lebih baik.

Mungkin ada yang akan bilang, "Cuman nyanyi-nyanyi aja loh, Fan, serius amat…" Jawabku, "Kalo dia nyanyi ngga dari hati, dia bukan penyanyi. Kalo dia nyanyi dari hati, dia maniak." Hehehe pilih yang mana nih Patudu?

What do you think?

Jatuh cinta lagi… Kepada setiap wanita…
COWOK MANIAK!

My Insomnia

May 14th, 2008

The worse thing of being a translator is that I can’t sleep well at night! After translating a speaker for a couple of hours, I always find it difficult to sleep because I can still hear the speaker speaking everytime I close my eyes, and in my half-sleepness I still do the translation!

Ow, it’s such a tiring sleep! My office should pay me more because I still work as a translator until midnight :D

I really like to be a translator, though, because I can learn new things from the speaker without paying haha..

Do other translators experience this kind of insomnia too?

envy [1]

April 6th, 2008

That stranger with baseball cap and bright orange T
How I hate to see you walking in the crowd
Down the isle of the mall
Hand in hand with your beautiful woman

Doa

February 27th, 2008

Berdoa ternyata bukan merubah Tuhan

Berdoa ternyata merubah diri kita sendiri

Makin selaras dengan mauNya

Melihat dari kejauhan dirimu yang sudah tidak masuk akal berubah

Aku hanya bisa berdoa, berserah pada Tuhan

Entah dirimu yang akan berubah nantinya

Atau diriku yang akan berubah

jomblo

January 22nd, 2008

Saya habis baca novel Jomblo. Saya beli obral di internet. Sebetulnya saya sedang malas beli novel karena banyak pengalaman buruk membeli novel yang isinya tidak layak, namun karena harganya murah dan novel ini sudah lama direkomendasikan sama Sabda, dan karena larisnya buku ini sampai difilmkan, saya beli juga.

Sebetulnya judul novel ini kurang mewakili isi cerita. Lakonnya 4 orang, dan tidak semuanya jomblo. Yang satu tidak terlalu merasa jomblo (baca: kesepian, ngebet ingin punya pacar) karena terlalu sibuk mengganja. Yang lain lagi playboy. Bahkan yang satu punya lebih dari 1 kekasih.

Yang membuat saya geli, simak nasehat dari si playboy yang digambarkan gemar senggama dengan banyak wanita, yang menurut saya adalah salah satu pesan penting si penulis (hal 61):

"Pastikan elu memperlakukan semua wanita dengan penuh perasaan dan hormat. Tempat mereka, di atas kita. Adalah kodrat mereka untuk kita puja dan manja. Bukan ada di bawah kita."

Mungkin para penggemar novel dan film ini bakal tidak setuju sama saya, tapi setelah baca novel ini dan lihat bagaimana cara para pria-pria itu memperlakukan wanita, menurut saya pesan penting itu: bullshit banget.

Meskipun berbekal plot yang tidak jelas, ending yang tidak memberi konklusi jelas, dan nilai-nilai gaya hidup yang tidak saya sarankan untuk diikuti, isi dan bahasa buku ini cukup menghibur. Bukan buku yang bisa saya beri banyak bintang, tapi mungkin saya akan sewa filmnya. Penasaran.

Bab terakhir berhasil bikin saya agak mewek sih. Indah banget gombalannya.

Ada yang sudah baca atau lihat filmnya? Ada komentar? Saya tebak yang jadi Agus adalah Agus Ringo. Bener ga ya?

Pijakan Kaki

November 6th, 2007

[Fanni]
Kata Pak Daniel, sekarang memang kamu selalu bukain pijakan kaki sepeda motor buat aku. Tapi nanti lama-lama kamu pasti biarin aku buka sendiri.

[Teh Manis]
Emm… Kubukain terus ya?

[Fanni]
Sungguh? Makasih.

Berolahraga di Graha SA

October 8th, 2007

Hari Sabtu kemarin, tanggal 6 Oktober 2007, aku merasakan banyak manfaat melalui seminar Mendengar Suara Tuhan yang diadakan GRII Ngagel di Graha SA. Bukan hanya pengetahuan dan hati yang dikuatkan, badan juga makin sehat! Dan ini dirasakan bukan hanya olehku, tapi juga oleh teman-teman tercinta: Dhenny, Nita, dan Anton.

Gara-garanya konyol sekali. Seminar diadakan di lt. 6. Setelah selesai seminar, semua orang mengantre lift. Padat sekali. Maka kami memutuskan turun lewat tangga darurat. Waduh ternyata tangga darurat juga super macet. Banyak sekali orang turun dari lt. 7. Sepertinya mereka bubaran persekutuan Gereja Tiberias. Dengan sabar kami turun perlahan-lahan seperti adegan Mr. Bean ingin menyalip oma dan opa.

Setelah sampai di Lt Ground, kami celingukan. Ternyata kurang turun 1 lantai lagi. Ting tong, tiba-tiba lift di dekat kami terbuka. Langsung saja kami masuk. Kebetulan sekali ada lift terbuka. Kaki ini kan sudah cape.

Di dalam lift:
Anton: "Loh kok ada tempat nggesek kartu VIP ya?"
Fanni: "Biarin aja. Yang penting kita udah di lift."
Dhenny: "Tombol ground kok ngga bisa dipencet ya?"
Nita: "Loh kok lift-nya naik?"
Fanni: "Yah ntar juga turun lagi kan."

Lift naik ke lt. 7, dan ting tong, terbukalah.
Security bermuka garang di depan lift : "Ada yang punya kartu VIP?"
Semua: "Tidak."
Security bermuka garang: "Ayo semua, keluar, keluar"

Sudah bisa menebak kelanjutan kisah tragis ini? Yup betul sekali. Kami harus turun lagi dari lt. 7 ke Basement!!!! Yah, tapi karena bersama yayang, saya sih happy-happy saja. LOL. Tapi cukup sekali aja deh berolahraga di Graha SA!

Sido Rondo vs. Jadikan Aku yang Kedua

August 24th, 2007

Sido Rondo
Penyanyi: Cak Dikin & Safitri
Genre: Lagu Jawa

Cak Dikin:
Biyen mulo sliramu wes ta aturi
(Dulu kamu sudah kuberitahu)
Golek bojo seng tresna welas sejati
(Cari suami yang benar2 cinta)
Pangapune sliramu digawe loro
(Dirimu dibuat sakit)
Ora wurung saikine dadi rondo
(Akhirnya sekarang jadi janda)

Safitri:
Ora nyono sliramu sabar ngenteni
(Tidak kusangka kamu sabar menanti)
Weruh ngono lamaranmu seng ta tompo
(Tahu begitu lamaranmu yang kuterima)

Reff Cak Dikin:
Kabeh iki ora perlu digetuni
(Semua ini tidak perlu disesali)
Janjiku biyen aku saguh ngenteni
(Janjiku dulu aku sanggup menanti)
Kowe lan aku mugo dadi jodone
(Kamu dan aku semoga jadi jodoh)
Ga oleh prawane, ta enteni rondone
(Tidak dapat perawannya, kutunggu jandanya)

Jadikan Aku yang Kedua
Penyanyi: Astrid
Genre: Pop

Reff:

Jadikan aku yang kedua

Buatlah diriku bahagia

Walaupun kau takkan pernah

Kumiliki selamanya

Hehehe… ada miripnya kan dua lagu ini?   Kalo yang pertama, lagu dari cowok supaya si cewek klepek2. Kalo lagu yang kedua, lagu dari cewek, supaya cowok tersentuh. Tapi yang pasti, lagu cinta itu bodoh sekali ya, dan sering membodohi.

Tapi dari lagu yang bodoh pun, kita bisa belajar sesuatu. Coba lihat di lagu yang pertama, yang jauh lebih lama: ada cowok-cowok yang mengejar seorang cewek. Coba lihat lagu kedua, yang lagi ‘in’ banget sekarang: ada cewek yang ngejar-ngejar cowok sampe segitunya merendahkan diri. Kayaknya sudah terjadi pergeseran ya?

Kalo aku sendiri yakin, wanita harus menunggu, pria yang harus agresif. Call me old-fashioned, tetapi indah sekali menunggu itu. Ga perlu kegatelan. Ga perlu bingung-bingung. Bisa mikirin banyaaaaak hal penting lainnya. Lagian ya, umumnya:
Kalo cowok ngejar2, cewek akan kagum dan bisa melihat ketulusan dan niat si cowok (terlepas dari akhirnya jadian ato ga).
Kalo cewek yang ngejar2, apa cowok akan menghargainya? Ngga.

So cewek-cewek, pinter dikit dong. Menunggu ga harus pasif kok. Tingkatkan terus aja kebaikanmu supaya cowok-cowok itu bisa lihat. Jangan bikin dunia jadi terbalik. Ntar susah sendiri deh.